Perubahan Iklim – Mengapa Para Ahli di Doha Harus Peduli Terhadap Mangrove

DOHA, Qatar (28 November 2012) Penelitian baru menunjukkan bahwa ketika ekosistem di pesisir laut mengalami degradasi atau dikonversi menjadi tambak, menjadi bendungan, terjadi pengerukan atau pembangunan, maka sekitar satu miliar metrik ton karbon akan dilepaskan ke atmosfer setiap tahun – lebih dari setengah jumlah itu berasal dari kerusakan bakau saja.

Namun nampaknya hal ini dan penurunan drastis lahan basah masih kurang mendapatkan perhatian dalam Konferensi Perubahan Iklim PBB (COP-18) yang diselenggarakan di Doha, Qatar – negara yang kaya akan hutan bakau – yang dihadiri oleh delegasi dari berbagai negara.
Continue reading

Hutan Mangrove di Cagar Alam Tanjung Panjang Kritis

HUTAN mangrove di Cagar Alam Tanjung Panjang di di Desa Patuhu, Kecamatan Randangan, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, makin memprihatinkan. Rahmad Dako, koordinator program Telum Tomini Susclam (Sustainable Coastal Livelihoods and Management), kawasan seluas 3.000 hektar itu, kini diperkirakan tersisa sekitar 600 hektar. “Sekitar 70 persen lahan mangrove di cagar alam ini terkonversi menjadi tambak udang dan bandeng,” katanya. Selain menimbulkan abrasi, alih fungsi juga mengganggu kelestarian satwa langka burung maleo.
Continue reading

Taman Wisata Alam Hutan Bakau Kapuk

Bagi warga Jakarta, biasanya kawasan mal dan tempat wisata seperti Ancol, Kebun Binatang Ragunan dan Taman Mini menjadi tempat berlibur dan akhir pekan. Bosan dengan tujuan wisata yang itu-itu saja? Bagaimana dengan wisata alam? Sebenarnya Jakarta memiliki sejumlah spot wisata yang menarik. Salah satunya adalah Hutan Mangrove di daerah Kapuk, Penjaringan, Jakarta Utara. Bisa berjalan-jalan bersama-sama dan menghirup udara segar diantara alam yang asri dan tenang.

Continue reading

Respon Pohon Bakau mengenai Perubahan Iklim

Global warming menyebabkan terjadinya perubahan iklim sedunia. Dampak dari fenomena ini adalah pergeseran musim dan cuaca yang memicu terjadinya banjir dan tanah longsor pada musim penghujan, kekeringan pada musim kemarau, naiknya muka air laut, dan bencana badai yang menghancurkan sarana-prasarana penopang kehidupan di kawasan pesisir.

Sebagai ekosistem yang berada di daerah peralihan antara laut dan darat, mangrove akan merupakan tipe ekosistem yang pertama terkena pengaruh berbagai dampak yang akan terjadi akibat perubahan iklim global ini.

Continue reading

Sistem Penanaman Pohon Bakau “Guludan”

Pelestarian dan penanaman kembali hutan bakau pada lahan yang tergenang air masih perlu dilakukan untuk mencegah banjir. Pakar mangrove yang juga Guru Besar Fakultas Kehutanan (Fahutan) IPB Prof. Dr. Ir. H. Cecep Kusmana menciptakan inovasi ‘Guludan’, suatu teknik yang dapat merehabilitasi tanaman mangrove di kawasan hutan lindung yang tergenang air.

Continue reading

Penelitian Bersama IPB Fakultas Kehutanan

Sahabat Bakau bersama Prof. Dr. Ir. H. Cecep Kusmana, MS melakukan penelitian dikawasan hutan bakau Angke kapuk.

Mulai dari September lalu, bersama IPB Fakultas Kehutanan kami melakukan penelitian dan pendataan mengenai ekosistem yang ada di hutan bakau Angke Kapuk. Penelitian yang bersifat ilmiah ini dikepalai oleh Prof. Dr. Ir.H. Cecep Kusmana, MS dengan ketua lapangan Pak Dadan Mulyana. Selama 5 hari kami menelusuri hutan bakau di kawasan hutan lindung Angke Kapuk, dengan pembagian beberapa tim khusus untuk melakukan pendataan tentang ungas, binatang air, vegetasi bakau, dan lain-lain.
Continue reading