Perkokoh Semangat Persatuan, Lestarikan Hutan Mangrove

Menyongsong peringatan Hari Nusantara pada 13 Desember mendatang, Pemkot Denpasar melaksanakan berbagai kegiatan. Salah satunya kegiatan yang bermuara menjadikan kawasan laut sebagai alat mempersatu dan memperkokoh semangat persatuan dan kesatuan, dengan tujuan memperkuat mangrove sebagai kawasan hutan di pesisir selatan Kota Denpasar.

Sehingga diharapkan dapat dijadikan evaluasi diri, seberapa jauh kawasan laut memberikan kenyamanan, keamanan bagi kita untuk meningkatkan kualitas persatuan dan kesatuan. Demikian disampaikan Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara saat membuka kegiatan memperingati Hari Nusantara, Jumat (30/11) kemarin di kawasan Estuari Dam, Desa Pemogan, Denpasar Selatan.

Lebih lanjut dikatakan, melalui peringatan kali ini dapat dijadikan sandaran melangkah, sehingga tidak terjadi permasalahan terkait dengan pelaksanaan di kawasan laut. Menurut Rai Iswara, kawasan hutan mangrove Denpasar luasnya mencapai 700 hektar lebih, yang menjadikan suatu kebanggaan bagi masyarakat Denpasar. Untuk itu diharapkan kepada masyarakat dan nelayan agar dapat terus melestarikan memelihara hutan mangrove, sehingga dapat mengurangi hal negatif yang berkaitan dengan perkembangan kawasan laut di ibu kota Provinsi Bali ini.

Lebih lanjut Rai Iswara mengatakan, Pemkot Denpasar juga melakukan aksi bersih-bersih lingkungan dari hulu hingga hilir, yakni di Desa Peguyangan Kaja, Pantai Karang Sanur, dan kawasan hutan mangrove sebagai kawasan paling selatan Kota Denpasar dengan melakukan aksi susur dan bersih mangrove. Kelompok Nelayan Segara Guna Batu Lumbang Pemogan diharapkan untuk meningkatkan kinerja dengan bekerja secara girang, segilik seguluk selulung sebayantaka, bersandar pada kebersamaan, untuk selalu menjaga keberadaan hutan mangrove dengan sebaik-baiknya.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan Kota Denpasar A.A. Gede Bayu Bramasta mengatakan, kegiatan kali ini menyasar hutan mangrove sebagai alat pemersatu antarpulau di Bali, sehingga wajib untuk memelihara dan melestarikannya. Dalam meningkatkan pendapatan nelayan setempat, menurut A.A. Bayu, akan dilaksanakan pengembangan wisata bahari yang menyediakan fasilitas trek bagi para wisatawan untuk berkunjung ke hutan mangrove. Sebelumnya pada 29 september lalu pihaknya juga telah melakukan transplantasi terumbu karang dengan bentuk piramid di Pantai Sanur, serta dilanjutkan dengan bersih-bersih pantai dan menunjuk enam orang petugas melakukan bersih-bersih hutan bakau dari sampah plastik secara berkesinambungan.

Serangkaian peringatan Hari Nusantara dengan tema ”Membangkitkan wawasan dan budaya bahari melalui peningkatan peran SDM dan iptek”, Sekda Rai Iswara juga menyerahkan alat kebersihan dan bibit kepiting bakau kepada kelompok nelayan setempat.

Sumber: BaliPost

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s