Pantai Percut Kritis

LUBUK PAKAM – Nelayan di Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara menanam pohon bakau untuk penahan abrasi yang berada di lepas pantai tersebut.

“Seluruh lahan hutan mangrove yang tandus di wilayah perairan Percut Sei Tuan ini dihijaukan dengan pohon bakau, sehingga daerah itu benar-benar hijau kembali seperti biasanya,” kata salah seorang nelayan Asrun (38) di Percut Sei Tuan, hari ini. Perlunya dilaksanakan penanaman pohon bakau itu, menurut dia, karena sebahagian hutan mangrove itu sudah banyak yang berubah fungsi dan dijadikan areal kebun sawit dan tambak.

FOTO: Irsan Mulyadi

Selain itu, katanya, sebagian masyarakat juga menebang kayu-kayu bakau itu untuk membuat pondok dan dijadikan kayu bakar, serta keperlaun lainnya.

“Kayu bakau tersebut dikenal cukup kuat, dan saat ini sudah mulai sulit didapat karena banyaknya terjadi penebangan liar di pinggiran Pantai Percut Sei Tuan,” ujarnnya.

Asrun sebagai warga Percut Sei Tuan berharap kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang dan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Utara dapat memperhatikan kelestarian hutan bakau yang ada di daerah tersebut.

Kalau kegiatan penebangan liar dan pengalihan fungsi lahan hutan mangrove ini tidak secepatnya dicegah, maka dikhawatirkan kawasan perairan Percut Sei Tuan akan terjadi abrasi dan mengancam keselamatan warga yang tinggal di pinggiran pantai tersebut.

Apalagi, jelasnya, Pantai Percut Sei Tuan tidak begitu jauh dari perairan laut lepas Belawan dan Selat Malaka yang berbatasan dengan negara tetangga Malaysia. “Pemkab Deli Serdang harus memperhatikan kehidupan nelayan di Percut Sei Tuan yang tinggal di pinggiran pantai tersebut,” ucap dia.

Lebih lanjut Asrun mengatakan, akibat banyaknya kawasan hutan mangrove yang dijadikan lahan tanaman sawit, maka populasi ikan, udang, kepiting dan lainya sudah mulai berkurang.

Dulunya perairan Percut Sei Tuan terkenal dengan kepiting kelapa dan udang tiger berukuran besar.Namun, saat ini, kepiting dan udang mulai sulit diperoleh.

“Kawasan hutan bakau Percut Sei Tuan, dulunya sebagai tempat bersarangnya udang dan kepiting yang kualitas ekspor ke negara Singapura dan Malaysia,” kata Asrun.

Sementara, data yang diperoleh menyebutkan, luas kawasan “mangrove” atau hutan bakau di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara mencapai sekitar 12.816 hektare.

Dari 12 ribu hektare lebih total luas hutan bakau di Kabupaten Deli Serdang, sekitar lebih kurang 10 ribu hektare diperkirakan dalam kondisi rusak.

Sumber: WaspadaOnline

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s